Ciri Ciri Orang Autis: Mengenal Gejala yang Muncul pada Penderita Autis

Tidak ada satupun orang tua di dunia yang ingin anaknya mengalami gangguan. Namun, jika gangguan tersebut ialah autisme, tentu kita harus menanganinya sedini mungkin. Biasanya, gejala autisme akan muncul pada saat usia ke-18 bulan. Namun, kapanpun seorang anak menunjukkan gejala autisme, kita tidak boleh menyerah. Sebab, pemberian terapi akan mengurangi dampak dari autisme. Selain itu, anak juga bisa  belajar dan berkembang dengan optimal. Sebagai acuan, mari kita pelajari beberapa gejala yang biasanya muncul pada anak autis.

Kurangnya kemampuan sosial

Ciri Ciri Orang Autis: Mengenal Gejala yang Muncul pada Penderita Autis

Autisme menyebabkan seseorang kesulitan ketika berinteraksi sosial. Pada tingkat ringan, penderita autisme akan canggung bila berinteraksi dengan orang lain. Sementara jika sudah parah, mereka umumnya akan menghindar dari orang lain. https://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_spektrum_autisme

Sulit berempati

Penderita autisme sangat sulit untuk berempati dengan orang lain. Selain itu, mereka juga sulit memahami bahasa tubuh dan intonasi lawan bicaranya. Maka dari itu, komunikasi biasanya cenderung bersifat satu arah.

Menghindari kontak fisik

Penderita autisme tidak suka jika ia disentuh atau dipeluk. Namun, tidak semua penderita autisme menunjukkan gejala yang sama. Beberapa anak senang apabila dipeluk orang yang dekat dengannya.

Sensitif terhadap suara keras, beberapa aroma, serta cahaya

Anak autis seringkali merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan mereka. Selain itu, kondisi cahaya yang berubah serta beberapa aroma juga bisa membuatnya agresif. Oleh karena itu, mereka perlu diberikan pengertian bahwa perubahan-perubahan tersebut sebenarnya dapat bermanfaat untuk mereka.

Gangguan verbal

Gejala autisme yang bisa dilihat pada anak ialah melalui kemampuan berbicara. Anak autis seringkali mengulang kata atau frase tertentu. Apabila anak memiliki gangguan ketika berbicara, segeralah berkonsultasi ke dokter anak.

–          Terapi anak bicara

Untuk mengatasi gangggan verbal, anak autis harus diberikan terapi anak bicara. Terapi ini akan melatih kemampuan verbal mereka sehingga mereka lebih mampu mengutarakan sesuatu.

Mengulang-ulangi tindakan

Anak autis menikmati rutinitas yang sama sehingga mereka sering melakukan tindakan berulang-ulang. Jika terjadi perubahan rutinitas, mereka akan merasa sangat terganggu.

Proses perkembangan tidak seimbang

Perkembangan pada anak autis cenderung tidak seimbang. Pada satu hal, perkembangan dapat berlangsung cepat, misalnya ketika mengingat detail objek. Namun pada hal lain, perkembangan cenderung lambat. Contohnya seperti kemampuan bicara yang terhambat.